Cari Blog Ini

Selasa, 30 November 2010


HUBUNGAN KURIKULUM DENGAN PENDIDIKAN
Kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Berdasarkan program pendidikan tersebut siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan tujuan pendidikan.yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, dengan program kurikuler tersebut, sekolah/lembaga pendidikan menyediakan lingkungan pendidikan bagi siswa untuk berkembang. Itu sebabnya, kurikulum disusun sedemikian rupa yang memungkinkan siswa melakukan beranekaragam kegiatan belajar. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran, namun meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti: bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan sekolah, perpustakaan, karyawan tetap usaha, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-lain.
            Mehl-mil-douglass mengemukakan, bahwa : The curriculum is as broad and varies as the child’s school environment, broadly conceived, the curriculum embraces not  only subjet matter but also various aspects of the physical and social environment. The school brings the child with his impelling flow of experiences into an environment consisting of school facilities, subjet matter, other children, and techers. From the interaction or the child with these elements learning results. Not only is the learner an-ever changing personality resulting from a continous series of new experiences, but the constituent elements of his environment are constantly evolving and unfolding.
            Ungkapan tersebut menggambarkan, bahwa segala sesuatu dan semua orang yang terlibat dalam upaya meberikan bantuan kepada siswa termasuk dalam kurikulum. Rumusan tersebut diperkuat oleh pendapat Romine, yang menyatakan :
Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under the direction of the school, wheter in the classroom or out.
            Berdasarkan rumusan ini, kegiatan-kegiatan kurikuler tidak terbatasi dalam ruangan kelas, melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan di luar kelas. Pandangan modern menjelaskan, bahwa antara kegiatan intrakurikuler dan ekstra kurikuler tidak ada pemisahan yang tegas. Semua kegiatan yang bertujuan memberikan pengalaman pendidikan kepada siswa tercakup dalam kurikulum.
            Kendatipun pandangan tersebut dapat diterima, namun pada umumnya guru-guru tetap berpandangan bahwa kefiatan-kegiatan dalam kelas saja yang termasuk kurikulum, sedangkan kegiatan-kegiataan diluar kelas adalah kegiatan ekstra. Pandangan ini berdasarkan pertimbangan dari segi nilai edukatif yang diberikan oleh kurikulum itu. Penganut pandangan ini tetap menyadari, bahwa kegiatan-kegiatan ekstra merupakan bagian khusus dalam program pendidikan sekolah.
            Dalam system pendidikan nasional, dinyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar. Rumusan ini lebih spesifik yang mengandung pokok-pokok fikiran sebagai berikut:
  1. Kurikulum merupakan suatu rencana/ perencanaan.
  2. Kurikulum merupakan pengaturan, berarti mepunyai sitematika dan struktur tertentu.
  3. Kurikulum memuat/berisikan isi dan bahan pelajaran, menunjuk kepada perangkat mata pelajaran atu bidang pengajaran tertentu.
  4. Kurikulum mengandung cara, metode, atau strategi penyampaian pengajaran.
  5. Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
  6. Kendatipun tidak tertulis, namun telah tersirat didalam kurikulum, yakni kurikulum dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan.
  7. Berdasarkan butir 6 maka kurikulum sebenarnya adalah suatu alat pendidikan.
Dalam undang-undang telah dinyatakan bahwa, Kurikulumdisusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dean teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.

Writen by : Mohd. Nazuril Ikhwan zubir Hakim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar